Artikel Populer

Karakteristik Masyarakat Islam

Karakteristik Masyarakat Islam

Ya Allah,sesungguhnya aku memulai pagi ini dengankenikmatan,kesehatan, dan perlindungan-Mu. Maka sempurnakanlah untukku kenikmatan, kesehatan, dan perlindungan-Mu itu, di dunia dan di akhirat...

Embun Pagi

:

:

KarakteristikMasyarakat Islam Dalam Surat Al-Ahzab: Perkembangan dan Pertumbuhan MujtamaIslam dan Karakteristiknya

Islam sangatmemperhatikan kehidupan sosial hingga pada permasalahan yang kecil, karenakehidupan sosial sangat memiliki pengaruh yang besar terhadap kehidupanindividu, dan memiliki hubungan yang erat dalam memberikan kebaikan. Baiknyaindividu akan berlanjut pada perbaikan keluarga, lalu masyarakat, negara hinggakehidupan umat di seluruh dunia, karena itu islam meletakkan dasar-dasar yangkokoh dalam pembangunannya dan benang merah garis-garis- yangdapatmenjaga dan memlihara eksistensinya dari pertentangan dankemerosotan.

Karena itualangkah baiknya kita mengenal lebih dahulu bagaimana Islam mempersiapkananggotanya perindividu dan masyarakatnya ? dan bagaimana konsep RasulullahShallallahu alaihi wa sallam dalam melakukan perbaikan masyarakat jahiliyahsaat itu ? dan bagaimana ia mampu menghadapi musuh-musuh dan penentangnya dalamrangka mendirikan masyarakat madani dan menghindar dari tekanan dari kaummusyrikin dan orang-orang kafir sebagai musuh bebuyutan dan rintangan daripandangan dan eksistensi mereka yang jahil tersebut ?

Sesungguhnyadasar utama yang membuat kokohnya dan menjadi penggerak kondisi masyarakatIslam adalah akidah, yaitu akidah yang tercermin dalam beriman kepada Allah,Malaikat, kitab-kitab, para Rasul dan hari akhir dan takdir Allah.[1]
Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta'ala :

Rasul telah beriman kepada Al-Quran yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman.Semua beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, dan rasul-rasul-Nya. (mereka mengatakan) ; Kami tidak membeda-bedakan antaraseseorangpun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya, danmereka mengatakan : Kami dengar dan kami taat. (mereka berdoa):Ampunilah kami yang Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempatkembali.(Al-Baqarah: 285)

Bahwa akidahtersebut merupakan tanda dan syiar yang merupakan penjabaran dalam kalimatsingkat yaitu Bersaksi bahwa tidak ada ilah selain Allah dan bersaksi bahwaNabi Muhammad adalah utusan Allah.

Maksud dariakidah diatas adalah meng-Esakan Allah dalam hal uluhiyah dan rububiyah,kekuatan dan kekuasaan serta hakimmeng-Esakannya yang terpatri dalam hati,ibadah dalam syiat-syiar dan syariat serta dalam praktek kehidupan[2]
keyakinan dan pengakuan yang telah difahami sejak awal oleh orang-orang musyrikdan kafir, mereka sangat khawatir dan takut semenjak Rasulullah Shallallahualaihi wa sallam mempropagandakannya, hal tersebut bukan karena tidakfaham sebagaimana yang telah disebutkan sebelumnya- akan makna yang mendalamdari hakikat tersebut namun mereka takutkeberadaan dan eksistensimereka akan hilang, karena itu mereka berusaha keras menghalangi dan mencobamemberantasnya hingga akhir hayat merekasehinggaagama yang merekaanggap baru tersebut hilang dari muka bumi.

Maksud daritegaknya masyarakat diatas akidah Islam adalah berdiri dengan menghormati danmensucikan akidahnya secara utuh, dan berusaha memasukkannya dalam akaldan hati mereka, membimbing pertumbuhan Islam diatasnya, dan berusahamenghadapi dan mengcounter kebatilan yang dilancarakan oleh musuh-musuhnya,dari syubhat-syubhat orang-orang yang tersesat, bahkan berusaha menampakkankelebihan-kelebihannya dan pengaruhnya dalam setiap kehidupan; baik individumaupun sosial kemasyarakatan.[3]

Jadi akidahmerupakan dasar utama yang kokoh pada setiap bangunan sosial yang kuat, danmerupakan unsur terpenting dalam menyatukan umat hingga berada dalam satubarisan dan satu anggota tubuh yang terpisah dan bebas dari masyarakat jahiliyang berusaha menghancurkan Islam[4]

Dan akidah inibelumlah bisa terpatri dalam jiwa mereka dan merasuk dalam hati mereka jikasekedar memeluk agama Islam, atau dengan mengucapkan dua kalimat syahadat;bersaksi tidak ada ilah selain Allah dan nabi Muhammad adalah utusan Allahsaja, bahkan tidak terwujudkan dengan hanya sekedar menegakkan kaidah-kaidah islamsecara teori dalam jiwa setiap individunya, walaupun jumlah mereka begitubanyak, serta tidak hanya sekedar dalam kumpulan seperti satu anggota tubuhsaling bergotong royong dan tolong-menolong, kecuali dirinya memiliki wujudyang tersendiri, setiap anggotanya bergerak secara bersamaan seperti anggotatubuh yang hidup- dalam rangka mentashil (mengorisinalkan) eksistensi dankeberadaannya, bergerak dibawah qiyadah yang merdeka dari qiyadah masyarakatlainnyayaitu qiyadah yang baru, yang dipimpin oleh Rasulullah Shallallahualaihi wa sallam
dan yang setelahnya yang bertujuan mengembalikan manusia menuju pengakuan akankeesaan Allah, ketuhanan, kekuatan, hakim, kekuasaan dan syariat-Nya, melepasdiri mereka yang telah berikrar bahwa tidak ada tuhan selain Allah dan NabiMuhammad adalah utusan Allah dari masyarakat jahiliyah.[5]

Ketika periodeMekkah, Al-Quran turun dalam kurun waktu 13 tahun, pokok pembahasanyangdiberikan adalah akidah, bahkan menjadi permasalahan yang mendasar pada saatitu, karena akidah merupakan rukun pertama dan pentingbagi manusia secaraindividu dan sosial, dan dalam mendirikan masyarakat secara keseluruhan hinggadapat membekas dan memberikan pengaruh yang besarbagi masyarakat lainnya.Namun setelah datang perintah untuk hijrah ke Madinah sebagian ayat-ayatAl-Quran tentang akidah tidak begitu banyak kecuali hanya pada batasan yangnormal tidak seperti pada periode Mekkah, karena pada periode Mekkahadalah sebagai tasis (peletakan batu pertama) yang tentunya sudah tegak berdiri,sementara pada periode Madinah masyarakat Islam pada hakekatnya telah berdiridan bahkan negara Islam, namun masih membutuhkanakan system danundang-undang yang mengaturnya, serta jihad di jalan Allah dalam rangkamempertahankan dan menghadang serangan dari pihak musuh, dan juga sebagaisarana menyebarkan Islam dimuka bumi.

Demikianlahawal dari terbentuknya mujtama Islam, sebuah masyarakat yang memiliki cirikhas dan berbeda denganmasyarakat lainnya, merdeka dari ikatan dan systemserta undang-undang yang lain, masyarakat yang terpancar dari satu prinsipyaitu akidah Islamiyah. Dan darinya mampu mengalahkan kebatilan yang dibuatoleh masyarakat jahiliyah, sebagaimana darinya juga menghasilkan realitaskehidupan yang mengagumkan dalam penegakan masyarakat Islam tanpa ada perbedaansuku dan ras, perbedaan tempat tinggal dan warna, dan perbedaan jarak baik yangdekat maupun yang jauhbahkan menjadi masyarakat yang terbuka bagi semua suku,ras, bahasa dan warna.[6]
Yaitu masyarakat yang mendunia mencakup segala lapisan masyarakat, tanpa adaperbedaan suku dan ras dan tempat tinggal. Seperti yang difirmankan AllahSubhanahu wa Ta'ala:

Wahai sekalian manusia sesungguhnya Kami ciptakan kalian dari laki-laki dan wanita, dan Kami jadikan berbangsa danbersuku-suku agar kalian saling mengenal, sesungguhnya yang peling mulia disisiAllah adalah yang paling bertaqwa, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui dan Maha Mendengar.(Al-Hujurat : 13)

Dalam haditsnabi juga disebutkan, dari Abi Nadroh[7], berkata, Rasulullah Shallallahualaihi wa sallam bersabda :

Wahai sekalian manusia ketahuilah bahwa Tuhan kalian adalah satu, ketahuilah tidak kelebihan bagi orang arab atas orangajam, dan orang ajam atas orang arab, dan tidak orangberkulit merah dan hitam dan hitam atas merah kecuali taqwa(HR. Imam Ahmad bin Hanbal)

Islam yangdibawa Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam adalah berskalainternational, yang di dalamnya diutus Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallamuntuk seluruh umat manusia sebagai pembawa kabar gembira bagi siapa yangmengikuti risalahnya dan beriman kepadanya dan pembawa peringatan kepada merekayang ingkar dan kufur kepadanya,dan bukanlahRasulullah Shallallahualaihi wa sallam tidaklah diutus untuk suku Quraisy, bukan untuk jaziraharab dan bangsa sam saja namun untuk umat manusia seluruhnya. Sebagaimana Allahberfirman :

Tidaklah Kami mengutus kamu (Muhammad) kecuali untuk seluruh umat manusia untuk memberi kabar gembira danperingatan(Saba: 28)

Dari sini jelasbahwa tugas utama yang diamanahkan Allah kepada umat Islam sebagai masyarakatyang memiliki keistimewaan tidak lain kecuali memberikan petunjuk kepadamanusia menuju kebaikan yang dibawa oleh Islam dan memelihara akidah Islam parapengikutnya[8], kemudian membersihkan masyarakat dari kedzaliman masyarakatlainnya melalui suatu invasi yang bersihmengangkat manusia melalui system danprilakunya dan dalam segala aspek kehidupan menuju puncak kemuliaan yang haltersebut bisa diangkat sesudahnya dan sebelumnya melalui naungan Islam[9],karena Islam merupakan agama yang sempurna dan komprehensip, mampumendisiplinkan kehidupan umat manusia secara keseluruhan; baik dari segiekonomi, politik, sosial dan system-sistem yang lainnya yang selalu ditemuidalam kehidupan sehari-hari, karena Islam tidak menyelesaikan segala urusanyang beragam ini secara serampangan dan menguasainya secara parsial danberpecah-pecah [10], namun semuanya telah ada dalam syariat Islam denganmanhaj yang satu dan sumber yang satu yaitu Allah Subhanahu wa Ta'ala melaluilisan Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam Tidak ada dalam akidah yangterpisah, system dan syariat yang berpencar-pencar, tidak juga ibadah danmuamalah namun semua adalah satu dan semuanya adalah ibadah[11].

Ringkasnyaadalah bahwa masyarakat yang hidup pada periode pertama adalah merupakanmasyarakat yang istimewa yang memiliki pengaruh yang sangat besar dalampembangunan masyarakat setelahnya. Masyarakat sangat istimewa dari masyarakatyang lainnya seperti masyarakat jahili pada saat itu dan masyarakat lainnya, karenamasyarakat ini tumbuh pada prinsip yang satu, manhaj yang satu, pemimpinyang satu, yaitu akidah Islam yang tertuang dalam dua kalimat syahadat bahwatidak ada tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, dan manhajnyaadalah Al-Quran, sementara pemimpinnya adalah Nabi Muhammad Shallallahu alaihiwa sallam .

Namun disamping itu ada juga ciri khas lain; yaitu penafian akan perpecahan antarsesama anggota masyarakat, semuanya adalah satu, berada dalam satu tubuh yaituAl-Islam, tidak ada yang saling memiliki kelebihan atau lebih baik antaraperbedaan warna kulit, kaum/suku, individu atau jenis kelamin atau yanglainnya, yang membedakan mereka antara satu dengan yang lainnyaadalahtaqwa.

Dan masyarakatislam tidak tumbuh dengan tangan hampa tanpa ada system dan syariat karena haltersebut merupakan keharusan guna memberikan batasan dalam geraknya agar tidakmengalami penyimpangan kepada jalan yang lain saat akan membentuk masyarakatyang baik, karena syariah merupakan fenomena yang penting dalam perkembangansuatu masyarakat, dan akan terus sejalan dengan perkembangan zaman dan beradadisampingnya yang akan selalu memenuhi panggilan, sehingga Islam terusmengalami perkembangan dan pembaharuan. Kerenanya bukanlah masyarakat Islamyang membentuk dan merekayasa undang-undang (syariah) namun syariahlah yangmembentuk masyarakat Islam. Syariahlah yang memberikan batasan-batasan baikciri dan karakteristiknya, dialah yang mengarahkan dan menunjuki jalan, dansyariah juga tidak hanya menjawab setiap peristiwa yang sifatnya sementara sajasepertilayaknya yang terjadi pada undang-undang konvensional- namun diamerupakan manhaj ilahiyang selalumengikuti perkembangan kehidupanmanusia secara keseluruhan, mencelupkannya dengan celupan yang tertentu, sertamendorongnya kepada kondisi menuju kesempurnaan dalam rangka mewujudkanmasyarakat Islam yang diidam-idamkan.[12]

Terakhir, dapatkami sebutkan ungkapan salah seorang imam agung Abul Ala Al-Maududi[13]saatberbicara tentang kebangkitan Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallamuntuk mewujudkan tujuan peribadatan dan membangun individu menuju pribadi yangbaik dan masyarakat yang salih : Lihatlah sejenak apa yang dilakukan oleh Nabidari fase-fase dan kedisiplinan untuk mencapai kapada tujuan ini, beliau telahmendakwahkan manusia pada permulaan dan sebelum sesuatunya- kepada iman danhikmah dalam hati mereka, lalu dikuatkan kembali dalam kaidah-kaidah yang lebihluas dan lapang, lalu ditumbuhkan dan dibina pada mereka yang beriman kepadanyadengan ajaran dan pembinaan sesuai dengan kondisi keimanan mereka secarabertahap melalui ketaatan yang nyata Islam- dan kebersihan akhlak taqwa-cinta kepada Allah dan loyal kepada-Nya Ihsan-. Kemudian disyariatkankepada mereka yang beriman dengan ikhlas dan disiplin secara berkelanjutanuntuk berusaha menghancurkan system yang jahiliyah yang merusak danmenggantinya dengan system yang baru yaitu Islam, berdiri diatas kaidah akhlakdan madani yang diambil dari undang-undangyang telah diturunkan olehAllah, Tuhan semesta alam.

Kemudiansetelahdengan nyata mereka beriman dan mau menerima seruannya dalamberbagai aspeknya dengan hati dan akal, jiwa dan akhlak, bahkan denganideology dan perbuatan mereka- sehingga mereka menjadi kaum muslimin yangbertaqwa dan muhsinin secara benar, lalu mereka berjalan menuju perbuatan yangselayaknya dilakukan oleh hamba-hamba yang muklis untuk dilakukan, demikianitulah Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam, yang telah berhasilmengarahkan mereka menuju kehidupan yang dihiasi dengan ketaqwaan, muhsin dalametika, adab yang sopan; baik dalam bergerak, berpakaian, makan dan minum,kehidupan sehari-hari, berdiri dan duduk, dan lain sebagainya dariurusan-urusan yang tampak dalam kehidupan sehari-hari.[14]

Adapunkarakteristik masyarakat Islam ada 4 point sebagai berikut :

1.Rabbani

Pada sebelumnyakami telah sebutkan bahwa yang pertama kali diletakkan oleh RasulullahShallallahu alaihi wa sallam dalam membangun individu umat dan pembentukanmasyarakat Islam adalah pengokohan akidah Islam dalam sanubariumat danyang menjadi pengarah utama pada ideology, suluk, prilaku dan perbuatan mereka.

Maka tidakdiragukan lagi bagi pondasi ini memiliki peran yang sangat penting dalampembangunan suatu masyarakat disepanjang masa dan seitap tempat.Karenaketika pondasi ini telah merasuk dalam jiwa setiap individumsayarakat dan dibentangkan manhaj-manhaj yang harus dijalaninya, serta syariatyang memberikan jaminan terhadap jiwa, kehormatan dan harta mereka. Memberikanbatasan terhadap ibadah, pemahaman dan syiar-syiar mereka dibawah satu naunganyaitu Al-Quran yang datang dari yang Maha Bijaksana dan Maha Terpuji, dansunnah Nabi sebagai penjelas dari hukum-hukum dan syariat yang dibawa olehAl-Quran.

Dan masyarakatyang dibangun diatas pondasi-pondasi ini dan menyatu dalam setiap individunyaakidah yang bersih maka disebut dengan masyarakat rabbani yang selalu menjadijalan Allah yang telah diambil oleh Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam danmanhajnya sebagai tauladan dan cerminan dalam perjalanan hidupnya demimenggapai ridlo Allah.

Komunitasmuslim pada masa awal masa nabi dan sahabatnya- merupakan komunitas masyarakatpercontohan dan tauladan yang baik, karena mereka dibangun diatas pondasi yangrabbani yang diimplementasikan dalam akidah Islam dan diaktualisasikan dalamsegala aspek kehidupan; baik sosial, ekonomi, politik, muamalah dan lainsebagainya. Para ulama menganggap mereka sebagai Penunggang Kuda disiang haridan ahli ibadah dimalam harinya, karena mereka menjadikan siang untuk mencarinafkah dan menyebarkan dakwah islam demi mencari ridla Allah, dan menjadikanmalamnya untuk mendekatkan diri kepada Allah, beribadah dan membaca Al-Quran,shalat sunnah, bersimpuh ditengah malam dengan penuh perasaan lemah dan butuhdihadapan yang Maha Kuasa.

Karena itudiantara karakteristik komunitas Islam adalahmujtama rabbaniyaitukomunitas yang menjadikan akidah Islam sebgai dasar dan pondasi utama dalampembangunan dan pendiriannya, menjadikan syariat sebagai manhaj hidupnya.

Jadijikamasyrakat kontemporeringin membentuk masyarakat yang islami dan menjaditaudalan bagi masyarakat lainnya, maka hendaknya mengikuti petunjuk yangdiajarkan oleh Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam dan dipraktekkan olehpara sahabatnya.

2.Berperadaban

Sesungguhnyaayat yang pertama kali turun kepada Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallamadalah motivasi kepada umatnya untuk belajar dan membaca serta menelaah daribeberapa kejadian alam. Karena Islam pada hakekatnya- telah memberikankesadaran kepada umatnya untuk belajar dan menjadikan akal sebagai kuncimenyelesaikan berbagai masalah, menjadikan ilmu sebagai jalan untuk memahamisisi-sisi kehidupan dan sarana membangun peradaban dan kemajuan jaman danbahkan untuk membimbing umat kejalan yang lurus dan jalan kebenaran.

Karena itujelas sudah bahwa Islam adalah risalah yang membawa pada pembangunan dankemuliaan, kekuatan dan kharisma, membawa pada peradaban dan kemajuan. Dimana,suatuperadaban tidaklah akan maju kecuali dengan ilmu dan akal, sementaramundurnya suatu umat dan terancam pada kebangkrutan dan kehancuran karenakejahilan dan mendisposisikan kekuatan akal.

Karena ituIslam dan Al-Quran merupakan pintu revolusi dan pencerah ilmu dan pengetahuan,penggamblangansecara nyata yang mengajak untuk memfungsikan akal danideology, kehidupan untuk beramal dan berbuat, dan pengekplorasian sumber dayaalam.[15]

Dengan demikianIslam selalu menekankan untuk menuntut ilmu dan memfungsikan akalnyadanmengajaknya dengan seruan yang nyata, karena ilmu dan akal merupakan perangkatdan sarana untuk mencipta dan berkarya, dengannya kehidupan manusia menjadimaju hingga pada titik peradaban yang pasti.

Dan tidak cukuphanya disini, Islam juga mewajibkan kepada umat untuk menuntut ilmu yang tidakkalah dengan kewajibanlainnya, sebagaimana ilmu dijadikan sebagai tolokukur yang utama diterimanya keimanan seseorang, karena Allah dalam banyakayat-ayat-Nya sangat mencela taqlid dalam akidah dan tidak boleh, takliddiwariskan dalam masalah keyakinan.

Sebagaiman ilmuyang diperintahkan Islam untuk dipelajari tidak hanya sebatas pada bidangkeagamaan saja, tapi mencakupberbagai bidang keilmuan; baikperundang-undangan, perdagangan, adab (sastra), matematika, kimia, fisika,ilmu-ilmuterapan dalam bidang perdagangan, industri dan pertanian,penggunaan teknologi, sarana pengembang biakan, produksi dan impor, semua itumerupakan fardlu kifayah bagi setiap umat agar dapat mencapai kemajuan baikinternal maupun eksternal.[16]

Komunitasmuslim adalah komunitas yang berperadaban, yang memandang ilmu sebagai saranamemakmurkan bumi dan jalan menuju kemajuan, sebagaimana juga ilmu menjadisarana pembersih jiwa yaitu dengan menyatukan antara ilmu duniawi dan ukhrawi,antara materi dan ruh, antara fenomena kehidupan dunia dan akhirat. Merekamemandang bahwa berbagaiciri khusussosial, agama, akhlak,tekhnologi dan seni yang terbentang dibelahan dunia bukanlah satu-satunya jalanmenuju kemajuan peradaban dunia belaka namun juga sebagai sarana peningkatankehidupan individu dan kesuciannya, jalan untuk bertaammul dan tafakkurterhadap berbagai kenikmatan yang telah Allah anugrahkan kepada mereka; baikyang hissiyah atau manawiyyah, yang tampak atau yang tidak tampak, sehinggadirasakan akan ke-Esaan dan ke-Kuasaan Allah.

Disaat peradabanBarat hanya menggantungkan kemajuan mereka pada materi saja,Islam sangatmemperhatikanruh dan meteri, ideology yang membangun dan baik, akhlakyang baik dan mulia, akidah yang bersih, dan tidak mengenyampingkan satu sisiterhadap sisi yang lainnya, sehingga perjalanan hidup manusia menuju peradabantidak sia-sia namun mampu lestari dan kontinyu demi kebaikan umat manusiasecara keseluruhan.

Dan diantarakeistimewaan peradaban Islam adalah tidak mengenal akan adanya malas dantertutup, fanatik, ras dan suku, namun peradaban yang terbuka untukkemaslahatan umat manusia seluruhnya, sebagimana Allah berfirman dalammenjelaskan tugas Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam :

Tidaklah Kami utus kamu kecuali sebagai pemberi rahmat untuksekaian alam.(Al-Anbiya : 107)

3.Mutawazin(Seimbang)

Jikaal-hadlarahyangdibangun Islam tegak diatas kesadaran fitrah antara materi dan ruh, dan ikatanyang erat antara bumi dan langit, antara perbaikan jasmani dan rohani, danpenyatuan tujuan antara kehidupan dunia dan akhirat, maka disitulah letakkeseimbangan antara berbagai perkara kehidupan dunia.

Islam padadasarnya memiliki ciri khas tersendiri dan memiliki tonggak yang kuat yaitu keseimbangan,keseimbangan dalam arahan-arahannya, yang dilestarikandalam berbagaitekanan dari berbagai arah, tidak berlebih-lebihan, dan mengalami bentrokandengan yang lainnya.

Dari sini umatIslam juga dikenal dengan umat yang seimbang, yaitu umat yang tidak mengenalakan berlebih-lebihan dalam beribadah kepada Allah atau berlebihan dalamberbuat untuk memakmurkan bumi. Tidak memandang materi hanya untuk kesenanganduniawi saja, tapi juga untuk memakmurkan dunia dan peradabannya, membersihkandiri dari kotoran dan penindasan, melalui pembersihan hati setiap individu daripandangan sebelah mata terhadap kehidupan dunia. Al-Quran telah memperingatkankepada manusia untuk tidak melupakan kehidupan dunia dalam rangka mencarikebahagiaan di akhirat, sebagaiman firman Allah :

Dan carilah kamu terhadap apa yang telah Allah berikan untuk kebahagiaan di akhirat dan jangan kau lupakan terhadapkehidupan dunia(Al-Qashash : 77)

Allah jugaberfirman :


Dan katakanlah (wahai Muhammad) bekerjalah kalian, semoga Allah akan melihatperbuatan kalian, dan rasul-Nya dan orang-orang yang beriman, dan kalian akandikembalikan kepada Allah Yang Maha Tahu akan yang ghaib dan nyata lalumengabarkan kalian apa-apa yang telah kalian lakukan.(At-Taubah : 105)
Allah telah memerintahkan kepada hamba-Nya untuk bersikap seimbang dalam segalahal, baik akidah, ibadah, muamalah, interaksi atau yang lainnya, karena fitrahmanusia menunjukkan akan hal tersebut.

Akidahmisalnya, adalah merupakan pengejewantahan antara fitrah basyariyah denganakalnya, antara yang menjadi seruan di dalamnya dan kerinduan. Tidaklahdianggap akidah yang benar terhadap sesuatu yang tidak dikenal dan diketahui,antara yang menentramkan hati dan akal. Seperti keyakinan terhadap dzat Allah;Wujud, Wahdaniyah, qudrah, iradah dan lain sebagainyaatau keberadaan duniadengan hakekatnya, sumbernya dan penciptaannya, serta hubungannya dengan sangpencipta, dan peribadatannya kepada-Nya, dan lain sebagainyaatau tentangkehidupan dengan berbagai macam bentuknya, jenisnya, dan tingkatannya sertahubungannya dengan Penciptanyaatau tentang manusia itu sendiri darihakikatnya, karakteristiknya, sumbernya dan tujuan diciptakan serta manhajhidupnyasemuanya mesti menggunakan akal untuk mengenalnya, dan kembali padalogika yang jelas dan gamblang, menentramkan akal dan hati. Ditopang denganbukti-bukti yang berkesesuaian dengan fitrah dengan penuh penerimaan danketundukan, sehingga membawa pada apa yang dilakukan oleh manusia yaituberibadah kepada yang menciptakan manusia dan bumi ini.[17]

Adapunkeseimbangan masyarakat muslim dalam ibadahnya adalah bahwa disaat setiapindividu melaksanakan perintah Allah yang berhubungan dengan ibadah mahdohtidak dengan berlebih-lebihan, atau kurang dan melampui batas, tidak ditambahdan tidak dikurangi. Karena Allah tidak pernah memerintahkan suatu kewajibankecuali atas dasar kemampuan mereka itu sendiri, seperti firman-Nya :

Allah tidak membebani diri seseorang kecuali karenakemampuaannya(Al-Baqarah : 276)

Apa yang telahdibawa oleh Rasulullah Shallallahu alaihi wa Sallam mereka ambil dan merekalaksanakan dan apa yang dilarang mereka tinggalkan tanpa ada yangdilebihkanatau dikurangi.

4.Tidak apartheid

MasyarakatIslam juga dibangun atas dasar agama dalam segala aspeknya, baik dalampandangannya, geraknya, tujuan dan misinya, masyarakat yang tidak mengenalperbedaan ras atau suku, tidak terbatas hanya pada satu negara tertentu danwarna kulit, tapi merupakan masyarakat yang luas yang hanya bersumber pada satutitik perbedaan yaitu taqwa dan iman kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala.

MasyarakatIslam adalahkomunitas yang bebas dan terbuka, yang dapat dimiliki olehindividu, kelompok dan bangsa sekalipun, semuanya bisa masuk dan bergabungdidalamnya tanpa harus ada rekomendasi/izin, ikatan dan syarat terntentu, tidakada batas dalam jenis kelamin, warna kulit, bahasa dan batas territorial.

Manusia dalampandangan Al-Quran adalah sama, tidak ada perbedaan darah, keturunan, ras danbahasa kecuali taqwa dan amal salih, seperti yang diisyaratkan oleh Allah dalamfirman-Nya :

Wahai sekalianmanusia sesungguhnya Kami ciptakan kaliandarilaki-laki dan wanita, dan Kami jadikan berbangsa dan bersuku-suku agar kalian saling mengenal, sesungguhnya yang peling mulia disisiAllah adalah yang paling bertaqwa, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui dan Maha Mendengar.(Al-Hujurat : 13)

[1]. LihatMalamih Al-mujtama al-ladzi nunsiduhu hal. 9.

[2]. Maalim fi at-thoriq. Hal. 44, 55.

[3]. Malamihmujtam Al-muslim, hal. 23-24

[4]. Maalim fiat-thoriq. Hal. 56

[5]. Maalim fiat-thoriq. Hal. 56-57

[6]. Maalim fiat-thoriq, hal. 92

[7]. Abi Nadrohadalah An-Nadr bin Malik bin Qitah al-abdi Al-Auqi, seorang ulama tabiin,berasal dari negeri basroh, wafat pada tahun 108 H.

[8]. NahwaMujtama islami, Hal. 100

[9]. Maalim fiat-thariq, Hal. 34

[10]. Al-Adalahal-ijtimaiyyah, Sayyid Qutb, Hal. 20, Dar el-Syuruq th. 1410 H/1995 M

[11]. DirasatQuraniyyah, hal. 266

[12]. Nahwamujtama Islam, hal. 64-65

[13].Al-Maududi adalah seorang penulis dan ulama kontemporer yang berasal dariPkistan, beliau adalah rector pada universitas Islam di Pakistan, baliaumemiliki banyak karya tulis dengan berbahasa arab seperti tafsir surat an-nur,nahnu wal hadloroh all-gorbiyyah dan lain-lainnya.

[14]. Al-UsusAl-akhlaqiyyah lilharakah al-islamiyyah, Abul aal Al-Maududi, hal. 73-75,maktabah al-quds, th. 1993, Kurdasah, jizah.

[15]. Al-QuranAl-Karim baniyyatuhu at-tasyriiyyah wa khasaisuhu al-hadlariyyah, hal. 71

[16]. Lihatmarja sebelumnya, hal. 73

[17]. LihatKhasais at-tashawwur al-islami wa muqawwimatuhu, Sayyid Qutb, hal. 119-120,dar el syarq, 1415 H/1995 M


Komentar

  1. Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar

Testimonial

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Maecenas mollis nisl sed egestas mattis. ...

Nisa Rahmawati
Kategori