Artikel Populer

MUKTAMAR ke-14 PERSATUAN UMMAT ISLAM

MUKTAMAR ke-14 PERSATUAN UMMAT ISLAM

Persatuan Ummat Islam adalah Salah satu Ormas yang memiliki sejarah cukup panjang bersama dengan Ormas Islam  lainnya. Pergerakan ormas ini cukup masiv juga di Jawa Barat khususnya di Sukabumi dan Majalengka karena kedua kota ini adalah basis dan lahirnya Fusi PUI oleh dua tokoh berpengaruh yaitu KH. Abdul Halim (Majalengka) dan KH. Ahmad Sanusi (dari Sukabumi).


Para tokoh PUI turut ambil bagian dalam perannya memperjuangkan kemerdekaan RI dimana terlibat dalam BPUPKI, diantaranya adalah KH. Abdul Halim yang terkenal dengan Pondok pesantrennya yaitu Santi Asromo di pegunungan Majalengka.


Kontribusi tenaga dan pikiran para tokoh PUI bisa menjadi ruh para kader PUI untuk senantiasa secara konsisten memberikan yang terbaik bagi Ummat dan bangsa.


Banyak cendekiawan muslim yang berhasil dan pernah menjadi bagian dari murid KH. Ahmad Sanusi tetapi tak terlibat langsung menjadi bagian dari Ormas PUI.


Momentum Muktamar ini harus menjadi bagian dari konsolidasi kader PUI sebagai Ormas yang berdiri diatas kaki sendiri. Pada saat yang sama akomodatif terhadap pemerintah dalam menjalankan program nasional yang sekira membawa manfaat bagi orang banyak.


Rekam jejak kiyai besar yaitu KH. Abdul Halim dan KH. Ahmad Sanusi harus menjadi inspirasi dan dirawat dengan baik dalam menjaga keutuhan nasional.


DR. KH. Ahmad Hernawan Lc. yang 2 periode memimpin Jawa Barat, Drs. KH. Ahmad Zacky Siradj anggota DPR RI periode 2014-2019, KH. Nurhasan Zaidi anggota DPR RI 3 periode sampai hari ini, dan banyak lagi cendekiawan dan politisi PUI yang terlibat langsung dalam kontribusinya terhadap perkembangan  dan merawat bangsa dapat bersinergi untuk maju dan tumbuhnya lembaga ini yang mampu membawa banyak manfaat bagi Ummat dan tersebarnya ormas PUI dan lembaga otonomnya dibeberapa kabupaten - provinsi yang tersebar di Indonesia.


Memaksimalkan SDM internal secara sustainabel dan berada pada rel Islam  Wasathiyah adalah tema MUKTAMAR ke-14 PUI. tetapi tentu saja tidak menafikan untuk rekruitmen para cendekiawan yang pernah bernostalgia dengan tokoh PUI.


Akhirnya saya mengucapkan SELAMAT BERMUKTAMAR KE-14 PUI. Semoga khidmat, sukses, dan lancar.

Anwar Solahuddin
(3/2/20)


Komentar

  1. Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar

Kategori