Artikel Populer

NURHASAN ZAIDI SI ANAK ZAMAN

NURHASAN ZAIDI SI ANAK ZAMAN

[Catatan Penakluk Jabar]

Oleh: Kana Kurniawan [Sekretaris Jenderal PP Pemuda PUI]
________

"Aktifitas Gubernur Aher (Ahmad Heryawan) di PUI cukup panjang. Awalnya menjadi anggota Dept. Kaderisasi PUI (1992), sebagai Ketua Pemuda PUI (1999), Wk. Ketua PB PUI, Ketua Umum PUI (200-2009) & Ketua Majelis Syura PUI (2009-2014)"

Cuplikan kalimat di atas saya ambil dari bukunya Nurhasan Zaidi "Khidmat Untuk Rakyat" (2014). Bagi saya ini sangat menggoda untuk ditelaah. Kenapa ia begitu ekspresif menuliskan kiprah sahabatnya. Tidak berlebihan bila arsitek kemenangan Aher ini tahu betul medan `tempur` di Jawa Barat.

Nurhasan dan Aher ibarat roda zaman. Nurhasan digembleng dari PII sejak SMP oleh ayahnya, H.M.U. Zainuddin Qori. Beliau Sekjen terlama di PB. PUI dan GPI. Tidak heran darah aktivisnya begitu kuat. Sedangkan Aher merupakan Zaman. Intelektualnya ditempa di LIPIA. Keilmuannya mengikuti zaman kebangkitan. Di mana tradisi intelektualnya sebagai pengimbangan Barat.
Sejak mahasiswa keduanya bersahabat. Aher sering diundang sebagai pembicara di PUI.

Para sesepuh PUI banyak membersamai keduanya membangun dakwah di DKI dan Jabar. Ada alm. KH. Yazid Bustomi, alm. Syarif Hidayat Qori,  alm. HMU. Zainudin Qori, alm. KH. Anwar Shaleh, KH. Ahmad Rifa`i, KH. Cholid Fadlullah, H. Iing Solihin, H. Nazar Haris, MBA & Hj. Husmiyati Hasyim, MA.

Mengawal AHER: mendobrak kekalahan umat

Bagi saya kemenangan Aher adalah kemenangan ummat. Selama ini parpol Islam selalu kalah dan umat seperti kehilangan harapan. Parpol Islam belum bisa meyakinkan espektasi ummat. Padahal Jabar merupakan basis santri dan pondok pesantrennya. Ada istilah di kalangan intelektual pengkaji Islam sunda, "Islam teh sunda. Sunda teh Islam." Tetapi secara politik selalu kalah oleh parpol sekuler.

2004 adalah awal dari kemenangan itu. Saat PKS kesulitan mencari tokoh Jabar. Aher kemudian dicalonkan. Di berbagai survey namanya belum muncul dan memang tidak begitu dikenal publik. Tapi investasi dakwahnya di PUI adalah bagian yang tidak bisa dilepaskan dari kemenangannya. Sahabatnya, Nurhasan Zaidin terus keliling Jabar mengunjungi simpul-simpul PUI. Ada 2400 lembaga PUI yang tersebar. Keberadaan PUI di Jabar bukan ormas baru. Ia telah ada sejak 1911. Pesantren, madrasah, sekolah dan majelis ta`limnya tersebar hingga pelosok.

Nurhasan Zaidi meyakini warga PUI Jabar sangat solid dengan politik keummatan. Lembaga otonom dan semi otonom digerakkan untuk memenangkan Aher. Ada Wanita PUI, Pemuda PUI, Himpunan Mahasiswa PUI, Himpunan Pelajar PUI, Brigade Intisab PUI. Semuanya bergerak dengan pendekatan persatuan ummat.

Kepiawaian Nurhasan Zaidi dalam memobilisasi di luar PUI pun begitu kuat. Di tingkat pusat beliau adalah inisiator sekaligus pimpinan Majelis Ormas Islam (MOI), yaitu  Al-Ittihadiyah, Persatuan Umat Islam (PUI), Persatuan Islam (PERSIS), Mathla’ul Anwar, Wahdah Islamiyah, Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia (DDII), Ikatan Da’i Indonesia (IKADI), Persatuan Tarbiyah Islam (PERTI), Syarikat Islam (SI). Begitupun dengan dengan Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) yang digagasnya bersama 14 ormas Islam lainnya yaitu Al-Irsyad Al-Islamiyah, Al Washliyah, Persatuan Umat Islam (PUI), Persatuan Islam (PERSIS), Persatuan Tarbiyah Islamiyah (PERTI), Mathla'ul Anwar, Yayasan Az Zikra, Al-Ittihadiyah, Ikatan Dai Indonesia (IKADI), Rabithah Alawiyah, Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI), Nahdlatul Wathan dan Himpunan Bina Mualaf Indonesia (HBMI).

Karenanya, tidak mengherankan, Nurhasan Zaidi punya jaringan ke struktur ormas Islam begitu kuat. Kyai, habib, santri dan kalangan intelektual sangat respek dengan pendekatan politiknya. Atas dasar ini, jika PKS ingin mendulang kemenangan sebagai modal 2019. Si Anak Zaman ini bukan aktivis biasa. Ia sangat mafhum peta sosial politik, keagamaan dan budaya Jawa Barat. Ia bukan DKI, bukan saja Bandung dan berbeda dengan daerah lainnya. Menaklukkan Jabar harus bisa mengaitkan hati melalui simpul simpul ummat.
Anis Matta menyebutnya, Nurhasan Zaidi si Anak Zaman. Sebagai pelaku dakwah, juga saksi perubahan zaman dalam gerakan Islam di Indonesia. []


Komentar

  1. Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar

Testimonial

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Maecenas mollis nisl sed egestas mattis. ...

Nisa Rahmawati
Kategori