Untuk di renungkan

Untuk di renungkan

Terharu ketika para sesepuh PUI maju ke depan mendapatkan penghargaan, beliau-beliau mengabdi utk PUI puluhan tahun, lebih dr 30 thn.

Mengabdi, ya mengabdi, berjuang tanpa kenal lelah, tanpa harap mendapatkan balasan materi.
Tak tahan air mata terjun bebas menganak sungai di pipi

Sedangkan kita apa? mana pengabdian kita untuk ummat ini, apa kontribusi kita untuk memajukan ummat dalam wadah PUI ini ? (Sambil nunjuk dada diri sendiri)

Mana intisab yagn selama ini dilafalkan dengan fasih dari mulut-mulut manis kita, tidakkah melekat sedikit pun dalam jiwa ini? Jangan sampai Allah menutup hati kita, na'udzubillah.

Nama kita terpampang indah di struktur, fasilitas sudah mendukung, ruang ber AC, kendaraan bermotor dimana-mana, gojek, grab, bis AC, semuanya memudahkan kita untuk mobilisasi dalam berjuang. Hidup kita sungguh nikmat di jaman ini sahabat.

Kita tak perlu lagi mengalami apa yang dirasakan pahitnya sesepuh kita di PUI.
Beliau sering keluar masuk penjara hanya demi memajukan PUI, Mama Udin (alm ayahanda pak Dede/pak Didi), alm Syarif Hidayat, alm. Anwar Saleh. Beliau-beliau sudah terbiasa keluar masuk Sel karena urusan Ummat, bahkan sampai wafatpun Mama Udin jempol kakinya tak sembuh masih terluka akibat siksaan dalam sel dihantam/ditindih oleh kaki meja saat interogasi.

ust Aher waktu itu hanya mengandalkan truk, kol Bak utk sampai ke tujuan dlm dakwah.

Begitupun dengan almh ibu mertua saya, beliau mengandalkan kekuatan kakinya berjalan puluhan KM utk sampai ke tujuan dlm berdakwah.

Pantaslah bliau-beliau mendapatkan penghargaan, alhamdulillah ibu mertua mendapatkan penghargaan "PAHLAWAN WANITA" di Majalengka.

Sedangkan saya ? Kita ?
saya terlalu banyak alasan,, yaaa ALASAN

Saya sering banyak alasan enggan hadir di rapat, enggan hadir dlm kegiatan karena alasan capek dalam seminggu bolak balik pancoran-jt asih.
Alasan sibuk, alasan ingin istirahat berlibur dangan keluarga, walaupun sesungguhnya istirahatnya ummat islam itu ya ketika kita sdh wafat.
Ya Allah... ampuni hamba

Sahabat, ketika kita sudah menyatakan siap berdakwah dalam wadah PUI ini, artinya kita harus benar-benar komitmen dengan segala konsekwensinya.

Karena di akhirat akan dipertanggungjawabkan, mari sama-sama menjalankan amanah yang telah diberikan kepada kita dengan sekuat tenaga, jiwa & raga sampai titik darah penghabisan
Allahu Akbar

Mohon maaf sahabat, saya tidak bermaksud menyinggung siapapun,
Ini hanya sekedar pengingat untuk diri saya sendiri.

Tidak bermaksud mengagung-agungkan keluarga besar,
Karena nama-nama tersebut yang saya tau sejarahnya.

Dg segala kerendahan hati
Mohon maaf

Sumber : http://puipusat.org/untuk-di-renungkan--detail-24148